Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia Menurut Survei GFS
Indonesia dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia menurut Survei Global Flourishing Study (GFS), sebuah capaian yang menunjukkan kekuatan hubungan sosial, makna hidup, dan budaya kebersamaan masyarakat Indonesia.
Survei Global Flourishing Study (GFS) menempatkan Indonesia di posisi teratas sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di dunia. Studi global yang melibatkan ratusan ribu responden lintas negara ini menilai kebahagiaan secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kesejahteraan mental, kesehatan fisik, hubungan sosial, hingga makna dan tujuan hidup.
Hasil survei menunjukkan bahwa Indonesia memperoleh skor tertinggi dibandingkan negara-negara lain. Dalam daftar 10 besar negara dengan skor flourishing tertinggi versi GFS, Indonesia berada di peringkat pertama, disusul Israel di posisi kedua, Filipina di urutan ketiga, Meksiko di peringkat keempat, dan Polandia di posisi kelima. Lima negara lainnya yang masuk sepuluh besar adalah Nigeria, Mesir, Kenya, Tanzania, dan Argentina. Komposisi ini menarik perhatian karena didominasi negara berkembang, menegaskan bahwa kebahagiaan tidak selalu sejalan dengan tingkat pendapatan atau kekayaan nasional.
Survei GFS menilai kesejahteraan manusia melalui lima dimensi utama, yakni kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan fisik dan mental, makna serta tujuan hidup, karakter dan nilai moral, serta kualitas hubungan sosial. Pada banyak aspek tersebut, masyarakat Indonesia dinilai unggul, khususnya dalam hal keterikatan sosial, solidaritas keluarga, dan rasa kebersamaan dalam komunitas.
Budaya gotong royong, kedekatan keluarga, serta kehidupan sosial yang kuat disebut menjadi faktor utama yang mendorong tingginya skor kebahagiaan Indonesia. Di tengah tantangan ekonomi dan kesenjangan sosial, masyarakat Indonesia dinilai masih memiliki kemampuan untuk menjaga rasa syukur, optimisme, dan hubungan interpersonal yang hangat, sesuatu yang mulai menurun di sejumlah negara maju yang cenderung individualistis.
Menanggapi capaian ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap hasil survei tersebut. Menurut Presiden Prabowo, kebahagiaan bangsa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau angka statistik semata, tetapi juga dari kuatnya nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan rasa saling peduli di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan nasional ke depan tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial rakyat.
Meski demikian, para peneliti GFS menekankan bahwa kebahagiaan bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Tantangan seperti tekanan ekonomi, kesehatan mental, ketimpangan sosial, dan perubahan gaya hidup tetap perlu diantisipasi agar tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Predikat sebagai negara paling bahagia di dunia versi Global Flourishing Study menjadi pengingat bahwa kekuatan utama Indonesia tidak hanya terletak pada sumber daya alam atau ukuran ekonominya, tetapi juga pada kualitas hubungan antarmanusia, nilai sosial, dan makna hidup yang dipegang teguh oleh masyarakatnya.





